Merancang Barokah dan Sakinah Dalam Keluarga

Bersama : Ustadz Adhan Sanusi, Lc (Div. Dakwah Ikadi Surabaya)

Ada 2 hal yang bisa membuat keluarga menjadi Barokah dan Sakinah :

1.  Doa Keberkahan

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam bahasa Arab, barokah bermakna tetapnya sesuatu, dan bisa juga bermakna bertambah atau berkembangnya sesuatu. Adapun makna barokah dalam Al Qur’an dan As Sunnah adalah langgengnya kebaikan, kadang pula bermakna bertambahnya kebaikan dan bahkan bisa bermakna kedua-duanya (Dr. Nashir Al Judai’ dalam At Tabaruk).

Kebaikan yang dimaksud disini bukan kebaikan dalam  versi pemahaman manusia, namun adalah kebaikan yang dikehendaki oleh Allah. Maka  kebaikan itu adalah apa yang di anggap oleh agama  Islam. Karena bebaikan itu milik Allah :

 

 

Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Ali Imron: 26)

Maka makna Berkah disini adalah ketika segala aktifitas dan yang kita dapatan itu bernilai baik bagi agama.

Kalimat barokah dalam doa tersebut diulang dua kali, Baraka llahu laka wabaroka alaika. Makna “Laka “ biasanya dalam bahasa arab diperuntukkan untuk sesuatu yang baik dan  menyenangkan. Sedangkan “Alaika”  biasanya diperuntukkan untuk sesuatu yang buruk atau tidak menyenangakan.

Maka doa ini mempunyai makna yang sangat dalam  sekali  untuk membentuk keberkahan dan kesakinahan dalam keluarga. Doa ini bisa diartikan   bahwa saat keluarga itu dalam kondisi bahagia maka kebahagiaan itu tetap diselimuti keberkahan dari Allah. Demikian juga saat keluarga dalam kesulitan, sedang menghadapi masalah  atau terjadi pertengkaran maka suasana ketidaknyamanan ini tetap dalam selimut keberkahan dari Allah.

Makna berkah  saat keluarga dalam  kondisi bahagia, serba berkecukupan adalah keluarga tersebut tetap berada dalam ketaatan kepada Allah. Tetap berperilaku lurus dalam agama  dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang didapatnya.

Makna Berkah saat keluarga dalam kondisi susah, serba kekurangan atau sedang dalam  masalah pertengkaran suami istri adalah keluarga tersebut tetap berada dalam ketaatan kepada Allah,  Ia menghadapi semua kesulitan itu dengan kesabaran dan berharap penuh optimis bisa melewati kesulitan tersebut. Bertengkarnyapun tidak sampai melampaui batas larangan agama, kalaupun harus berceraipun tetap dengan cara yang sangat baik dan penuh penghargaan ( ihsan).

Maka dalam kondisi apapun keluarga itu tetap penuh limpahan keberahan dari Allah. Inilah keluarga yang sangat ideal yang tergambar dalam doa yang kita ucapkan pada setiap pernikahan kepada kedua  mempelai.

2.  Perangkat Sakinah dalam keluarga

Ayat yang sudah umum dibawa setiap kali pernikahan yaitu surat ke-30 Ar-Rum:21 :

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.

Ketika Allah menjelaskan tentang pasangan Allah menggunakan kata ”kholaqo”  (menciptakan dari sesuatu yang tidak ada sebelumnya) artinya istri atau suami itu sudah diciptakan. Kholaqa artinya mencipta dari sesuatu yang tidak ada. Bersifat pemberian dari Allah kepada kita. Sifat pasangan itu kecenderungannya adalah berfungsi memberi ketenangan bagi suami atau istrinya.

Untuk bisa menjadi keluarga sakinah  ada dua perangkat dijelaskan dalam ayat itu yaitu mawaddah (cinta biologis ) dan Rahmah( cinta psikologis ).

Ketika Allah menjelaskan tentang mawaddah dan Rahmah Allah menggunakan kata   Ja’ala (menjadikan sesuatu dari sesuatu yang lain).  Artinya Perangkat mawaddah dan rahmah  sudah disiapkan oleh Allah. Tinggal kita mengambilnya untuk kita ramu perangkat tersebut menjadi  mawaddah dan Rahmah.

Mawaddah yang artinya cinta biologis adalah cinta yang tumbuh dari pesona fisik pasangan sedangkan Rahmah adalah cinta yang tumbuh dari kebaikan sosial dan  spiritual  pasangan.

Apa saja hal-hal yang bisa menumbuhkan  Mawaddah (cinta biologis) ? Maka yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki tampilan fisik agar nampak indah mempesona. Maka mandi, parfum, berhias, senyum dan merapikan tampilan saat bertemu pasangan akan membuat tumbuh rasa cinta fisik dan akan melanggengkan  mawaddah. Yang sering terjadi justru hal-hal tersebut dilakukan saat mau keluar rumah. Saat  arisan undangan dan lain-lainnya. Ketika masuk kerumah malas mandi, awut-awutan, dan tidak harum parfum. Maka yang terjadi selanjutnya hasrat pasangan terhadapnya akan berkurang dan lama-lama hilang.

Apa saja hal-hal yang menjadikan kita rahmah ( cinta psikologis) ?

1. Yaitu dengan memunculkan kebaikan diri kita pada pasangan dan menikmati kebaikan pasangan.

2.  Menumbuhkan nuansa spiritual dalam rumah tangga. Nabi bersabda:

“Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah merahmati perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya disiram air.” (HR Abu Daud).

(Disampaikan dalam Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Ghofur PBI Pakal 29 Juli 2012)

 

Leave a Response