Pemuda-Pemuda Muslim Dalam Hijrah Nabi Muhammad Saw

Pemuda-Pemuda Muslim Dalam Hijrah Nabi Muhammad SAW

Oleh: Dr. H. M. Baihaqy, Lc MA – Ketua Ikadi Surabaya

 

Kalau anda tahu, hijrah nabi Muhammad saw ke Madinah tidak terlepas dari peran penting yang dimainkan oleh aktor-aktor pemuda dan pemudi saat itu. Mereka adalah kekuatan yang dapat diandalkan untuk terhindar dari upaya pemuda-pemuda Qurays yang hendak membunuhnya, setidaknya peran pemuda Islam saat itu digambarkan oleh figur Ali, Abdullah dan Asma.

Ali bin Abi Thalib

Adalah remaja yang masih belasan tahun, saudara sepupu Rasulullah saw. Saat itu ia berada didalam rumah nabi saw untuk mendampingi beliau dari ancaman orang-orang kafir Qurays. Hingga detik-detik malam pengepungan rumah Rasulullah saw yang dilakukan oleh para pemuda, utusan tiap-tiap kabilah dengan rencana jahatnya, tiba-tiba nabi saw mendekati Ali dan berkata : “ Tidurlah engkau diatas tempat tidurku, berselimutlah dengan mantelku warna hijau… Sesungguhnya engkau akan tetap aman dari gangguan yang mengkhawatirkanmu”.

Ali tidur sendiri tanpa ditemani oleh siapapun. Suasana diluar rumah begitu mencekam, mereka siap menikam penghuni rumah dari berbagai arah. Dan akhirnya, kala mendekati waktu subuh, orang-orang Qurays mendobrak pintu rumahn“brak” langsung jebol dan  mengarahkan ujung-ujung tombak mereka ke arah lalaki yang berselimut diatas tempat tidur nabi saw.

Sekali lagi, Ali sendirian, ia berada didepan ujung-ujung tombak mereka yang siap ditusukkan pada mangsanya. Tetapi Ali adalah Ali, ia tidak gentar dengan moncong tombak-tombak mereka, dan dengan tenang saat ditanya keberadaan nabi Muhammad saw, Ali menjawab “ Aku benar-benar tidak tahu kemana beliau pergi”

Abdullah bin Abi Bakar

Seorang intelijen muda yang masih belasan tahun seperti Ali ra, ia adalah saudara kandung Aisyah ra putri Abu Bakara ra. Ia mampu berkomunikasi dengan baik pada orang lain, hingga orang-orang Qurays tidak mengetahui bahwa apa yang mereka rencanakan dan bicarakan tentang Muhammad, benar-benar telah disadap dan diinformasikan kepada Rasulullah saw.

Abdullah mendapat tugas dalam peristiwa hijrah ini, yaitu menyadap setiap informasi yang berkembang dikalangan musuh-musuh Islam di Mekah. Sebagaimana diceritakan Aisyah : “Dia adalah pemuda yang cerdas dan pandai. Setiap paginya ia menyelusup ke tengah orang-orang Qurays seakan-akan tidak tahu tentang keberadaan Muhammad saw. Hingga sore harinya ia pergi menuju Rasulullah saw, menyampaikan berita-berita yang ia dapatkan, yang  berkembang di masyarakat Qurays Mekah”. Sementara itu, pembantu Abu Bakar bernama Amir bin Fuhairah, menggembalakan kambingnya ke arah padang pasir guna menghilangkan jejak-jejak yang dilewati oleh Abdullah bin Abi Bakar.

Asma binti Abi Bakar

Wanita bertubuh kuat, dan tegar dalam mengemban amanah yang diberikan. Ia adalah saudara kandung Aisyah dan Abdulah, putra-putri Abu Bakar As Siddiq ra. Ia mendapat tugas, membawa perbekalan yang diperlukan selama masa hijrah nabi saw berupa makanan, obat-obatan dsb. Selama tiga hari nabi saw berada didalam goa Tsur, selama itu pula Asma-lah yang selalu membawakan makanan dan minumannya, yang ia bawa sendiri dari Mekah menuju goa Tsur.

Pada hari ketiga saat nabi saw hendak keluar goa Tsur menuju Madinah, Asma membawakan perbekalan berupa makanan yang cukup banyak, supaya dapat dipergunakan selama perjalanan nabi saw menuju Madinah. Dengan merayap dibukit terjal  penuh batu-batuan, Asma sang wanita muda, berusaha sampai ke bukit Tsur dengan semapu-mampunya. Namun karena banyaknya perbekalan yang ia bawa, maka Asma mengambil selendang, lalu membelahnya menjadi dua. Sesampai di goa Tsur, Nabi saw bersabda “Sesungguhnya Allah akan mengganti selendangmu dengan dua selendang di surga kelak”. Sehingga Asma mendapat julukan “Dzatun Nithaqaini”, pemilik dua selendang disorga.

Jadilah Anda…

Jadilah anda seperti Ali yang pemberani, tidak gentar dengan kepungan musuh-musuh Islam, karena hakekatnya perjuangan ini membutuhkan keberanian dan kesiapan menghadapi segala bentuk resiko.

Jadilah anda seperti  Abdulah yang mampu berkomunikasi dengan baik, mampu mengemban amanah sebagai intelijen tanpa pernah gagal dalam misi dan tugas-tugasnya, karena pertempuran yang terjadi dizaman kita saat ini sesungguhnya lebih tepat sebagai pertempuran para intelijen yang banyak mewarnai kebijakan-kebijakan strategis didunia kini.

Jadilah anda seperti Asma yang tak kenal pasrah dengan keadaan, seorang wanita sekali lagi seorang wanita… yang tegar dalam mengemban amanah dan tidak mudah putus asa, karena dakwah Islam tidak akan berhasil ditangan orang orang yang mudah putus asa dan frustasi. Semoga anda dapat bercermin diri di tahun baru hijriyah ini. Amin.

Leave a Response